Supaya Kamu Tahu, Hal Ini Yang Aku Rasakan...
Kenapa
aku tidak bisa lupain kamu dan bahkan rasa sayang aku sama kamu tidak pernah
berkurang sedikit pun! Bukan menjadi sebuah masalah sih! Tapi, aku lihat justru
kamu fine-fine aja. Apakah ini tanda bahwa kamu memang benar-benar sudah move
on? Mudah-mudahan sih bukan, ya! Mudah-mudahan itu sikap yang memperlihatkan
bahwa kamu hanya tidak ingin memperlihatkan perasaan asli kamu yang sebenarnya
kepada aku.
Jika itu
hanya sekedar sikap, bukan karena gambaran perasaan kamu yang bebenarnya, aku
dengan jujur mengatakan bahwa aku senang mengetahuinya. Maaf kalau aku kadang
sok tahu mengenai perasaan kamu ke aku, tapi aku ingin kamu mengerti bahwa
semua itu karena aku memang benar-benar masih sayang sama kamu.
Kalau
bukan karena saya, aku sudah pasti cuek, masa bodoh! Sekarang aku sudah mulai
jarang tanya-tanya mengenai kabar hubungan kamu sama si dia. Itu aku sengaja
karena jujur aku tidak mau terlalu banyak tahu mengenai hubungan kalian. Aku
tidak ingin merasa kesal, kecewa atau merasa apalah. Karena, aku Cuma pengen
dengar kabar baik dari kamu soal aku dan kamu, yang lain tidak penting!
Lewat
tulisan ini, aku mengungkapkan bahwa sebenarnya aku masih suka cemburu. Salah
satu alasan kenapa kini aku jarang sekali ke ruangan kamu adalah, karena aku
masih punya rasa cemburu. Aku cemburu sama orang-orang sekitar yang walaupun
hanya bercanda sama kamu, aku seperti merasa bahwa kamu memang benar-benar move
on. Kamu terlihat happy bersama mereka, aku merasa bahwa aku sepertinya tidak
pantas ada disana.
Sekali
lagi, maaf kalau aku sok tahu! Itu hanya ungkapan perasaan yang aku rasakan,
kini dan nanti. Jadi, jika ada sikap-sikap aku yang berubah, jangan berpikir
bahwa aku sudah bisa melupakan kamu atau tidak mau lagi dekat sama kamu. Aku
jarang ketemu kamu, itu ada konsekuensi yang harus aku terima. Aku justru makin
kangen sama kamu! Bahkan, meskipun jarang melihat kamu, bukan berarti rasa sayang
aku sama kamu berkurang!
Dibalik
aku yang sekarang jarang ke ruangan kamu da juga chat yang kadang tidak pernah,
itu semua tersimpan rasa kangen, rasa sayang yang mungkin dan bahkan tidak
pernah kamu ketahui. Nah, lewat tulisan inilah aku ungkapkan hal itu. Berharap
bahwa detik ini, jam ini, hari ini, esok, lusa, minggu depan, bulan depan atau
tahun depan atau puluhan tahun lagi, kamu bisa membaca tulisanku ini.
Comments
Post a Comment