Aku Makin Sayang, Makin Cemburuan, Dan Makin Suka Marah...
Seperti saat pertama kali cium kamu, saat pertama kali aku main menjadi awal aku jadi makin sering dan intens untuk main ke tempat kamu. Dalam seminggu aku bisa beberapa kali main karena aku tidak tahan lama tidak ketemu kamu. Aku juga makin sering marah-marah karena cemburu buta.
Setiap aku lihat kamu dekat atau diganggu oleh orang lain, aku marah dan langsung emosi. Aku bahkan semakin protektif sama kamu. Apa lagi setelah beberapa kali ada teman satu kerjaan yang coba rayu-rayu kamu dan bercanda sama kamu sambil pegang-pegang tangan. Aku seakan tidak kuasa menahan untuk tidak marah.
Semakin aku cemburu saat itu, semakin besar juga rasa sayang aku sama kamu. Bahkan, ketika ada kejadian yang tidak bisa aku ceritakan dalam tulisan aku ini, aku masih tetap setia menemani kamu. Kejadian itu adalah kejadian yang tidak pernah akan terlupakan dalam hidup aku dan juga kamu.
Saat itu, kamu dan aku mengalami hal yang bisa saja menjadi sebuah masalah besar, namun karena kita saling dukung dan kamu percaya sepenuhnya sama aku, akhirnya masalah berat itu bisa kita lalui bersama. Masalah besar itu kita alami setelah kurang lebih 4-5 bulan kita menjalin kasih.
Namun, ini bukan masalah yang terakhir yang pernah kita lalui bersama. Ada satu waktu, kamu tiba-tiba chat di kantor dan mengatakan bahwa ingin mengakhiri hubungan ini. Aku benar-benar shock membaca chat kamu itu. Aku tidak bisa terima dan ga mau kamu mengatakan hal itu.
Aku stres, pusing, gelisah da tidak bisa tidur. Aku pun pergi keluar rumah dan mencoba menenangkan diri karena kalau di rumah, perasaan seakan sumpek, dada merasa sesak saat itu. Aku selalu "meneror" kamu dengan chattingan aku yang kalau dihitung-hitung bisa menjadi sebuah novel. Chattingan aku yang penjang lebar saat itu hanya kamu balas dengan beberapa patah kata.
Tapi aku terus berusaha dan berusaha. Akhirnya aku berhasil untuk membuat kamu bertahan sama kamu hingga tulisan ini aku buat. Bahkan, hubungan kita sudah mendekati hampir mau setahun, namun masalah-masalah tetap ada, apa lagi aku masih tetap sama, sering cemburu dan cemburu lagi.
Setiap aku lihat kamu dekat atau diganggu oleh orang lain, aku marah dan langsung emosi. Aku bahkan semakin protektif sama kamu. Apa lagi setelah beberapa kali ada teman satu kerjaan yang coba rayu-rayu kamu dan bercanda sama kamu sambil pegang-pegang tangan. Aku seakan tidak kuasa menahan untuk tidak marah.
Semakin aku cemburu saat itu, semakin besar juga rasa sayang aku sama kamu. Bahkan, ketika ada kejadian yang tidak bisa aku ceritakan dalam tulisan aku ini, aku masih tetap setia menemani kamu. Kejadian itu adalah kejadian yang tidak pernah akan terlupakan dalam hidup aku dan juga kamu.
Saat itu, kamu dan aku mengalami hal yang bisa saja menjadi sebuah masalah besar, namun karena kita saling dukung dan kamu percaya sepenuhnya sama aku, akhirnya masalah berat itu bisa kita lalui bersama. Masalah besar itu kita alami setelah kurang lebih 4-5 bulan kita menjalin kasih.
Namun, ini bukan masalah yang terakhir yang pernah kita lalui bersama. Ada satu waktu, kamu tiba-tiba chat di kantor dan mengatakan bahwa ingin mengakhiri hubungan ini. Aku benar-benar shock membaca chat kamu itu. Aku tidak bisa terima dan ga mau kamu mengatakan hal itu.
Aku stres, pusing, gelisah da tidak bisa tidur. Aku pun pergi keluar rumah dan mencoba menenangkan diri karena kalau di rumah, perasaan seakan sumpek, dada merasa sesak saat itu. Aku selalu "meneror" kamu dengan chattingan aku yang kalau dihitung-hitung bisa menjadi sebuah novel. Chattingan aku yang penjang lebar saat itu hanya kamu balas dengan beberapa patah kata.
Tapi aku terus berusaha dan berusaha. Akhirnya aku berhasil untuk membuat kamu bertahan sama kamu hingga tulisan ini aku buat. Bahkan, hubungan kita sudah mendekati hampir mau setahun, namun masalah-masalah tetap ada, apa lagi aku masih tetap sama, sering cemburu dan cemburu lagi.
Comments
Post a Comment