Kecewa! Saya disebut orang yang buang-buang waktu?
Melakukan sesuatu lalu dianggap orang lain membuang-buang
waktu memang sangat menyakitkan. Mungkin dalam pikiran orang tersebut memang
tidak ada hal yang penting. Orang tersebut berpikir bahwa apa yang dilakukan
oleh orang lain untuk dirinya hanya sebuah kesia-siaan. Apa lagi jika orang
tersebut menurutnya adalah orang yang rela melakukan apapun untuk dirinya.
Dia berpendapat bahwa orang lain melakukan hal tersebut
karena motif lain. Padahal, hal tersebut tidak benar adanya! Mungkin karena
merasa bahwa orang yang melakukan kebaikan itu punya masa lalu dengan dirinya.
Tapi pada kenyataannya, orang tersebut melakukan semua dengan tulus tanpa ada
motif apapun.
Ilustrasi diatas juga kini sedang saya alami. Saya melakukan
hal yang saya bisa untuk dia tanpa pernah mengharapkan imbalan. Sayangnya, dia
justru berpikir sebaliknya. Dia berpikir bahwa saya telah membuang-buang waktu
untuk dia. Menurut dia apa yang selama ini saya lakukan hanya buang waktu
karena mencoba untuk bisa kembali kepada saya.
Saya perlu tegaskan bahwa apapun yang saya perbuat untuk
kamu, semua itu tulus! Mau kamu sudah punya cowok atau tidak, hal itu akan tetap
saya lakukan. Saya masih menganggap kamu sebagai orang yang akan selalu saya sayangi.
Tapi kamu sudah meminta untuk tidak buang-buang waktu dengan sikap saya kepada
kamu. Saya hormati itu!
Bukan berati bahwa rasa sayang aku juga akan berubah. Tanpa
melakukan apapun, rasa sayang itu akan tetap ada, kok! Yang membedakan adalah,
aku akan menjaga jarak sama kamu. Ya, biar kamu ga mikir macam-macam. Biar kamu
ga mikir saya telah membuang-buang waktu saya. Sekarang kamu sudah tidak
terganggu kan?
Semoga dengan aku tidak membuang-buang waktu, hidup kamu
juga bisa lebih nyaman. Lebih bisa hidup normal dan apa yang kamu impikan bisa
tercapai. Aku minta maaf jika sudah pernah melukai perasaan kamu, bikin kamu
merasa ga nyaman dan sebagainya. Bahkan karena tidak nyaman, kamu sampai bikin
statement “...jangan buang-buang waktu...”
Jika diperhatikan, statement itu punya makna yang sangat
dalam. Dari penggalan kalimat itu, aku bisa mengambil kesimpulan bahwa kamu
seperti kesal mengungkapkannya. Mungkin karena benar-benar sudah merasa tidak
nyaman dengan sikap saya yang sok perhatian padahal tidak ada hubungan apa-apa
lagi.
Jika suatu saat kamu sempat membaca tulisan ini, semoga kamu
bisa legah membaca curahan hati saya ini. Saya Cuma minta, kamu jangan berpikir
bahwa saya buang-buang waktu hanya untuk kamu. Saya tidak pernah berpikir ada
motif lain dari sikap ‘sok baik’ saya kepada kamu. Sekali lagi, maaf untuk
semua kekacauan yang telah saya buat dalam hidup kamu. Makasih!
Comments
Post a Comment